Penyidik Polri mempunyai peranan penting dan merupakan ujung tombak dalam proses penegakkan hukum pidana. Kinerja penyidik berpengaruh besar dalam proses penanganan perkara pidana narkotika. Tindak pidana narkotika semakin meningkat. Kinerja penyidik dalam penyelesaian kasus tindak pidana narkotika masih menemukan kendala. Penilaian kinerja anggota Polri bertujuan untuk menjamin objektivitas dalam pembinaan karier, pendidikan pengembangan, kenaikan pangkat dan pemberian tunjangan kinerja. Kinerja personel polisi juga merupakan sarana penentu dalam mencapai tujuan organisasi sehingga perlu diupayakan untuk meningkatkan kinerja personel polisi. Menurut Perkap Nomor 18 Tahun 2012 menjelaskan indikator kinerja adalah ukuran kuantitatif dan kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian suatu kegiatan dan sasaran yang telah ditetapkan. Tujuan Penlitian ini adalah untuk menganalisis apakah budaya organisasi, penghargaan dan sanksi mempengaruhi kinerja penyidik di Polresta Bukittinggi. Desian penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis explanatory research dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian ini terdiri dari 62 responden yang merupakan penyidik di Polresta Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan analisis PLS-SEM ( Partial Least Square- Structural Equational Modelling). Hasil penelitian menemukan bahwa budaya organisasi, penghargaan, berpengaruh signifikan terhadap kinerja penyidik di Polresta Bukittinggi. Sedangkan sanksi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja penyidik di Polres Bukittinggi.
Copyrights © 2026