Industri fashion global menghasilkan limbah tekstil masif yang memperburuk krisis lingkungan, mendorong tren thrifting sebagai konsumsi berkelanjutan di kalangan Generasi Z Indonesia. Penelitian ini menguji pengaruh kesadaran etis, religiusitas, dan antikonsumerisme terhadap keputusan pembelian thrifting fashion Muslim. Menggunakan desain eksplanatori kuantitatif dengan PLS-SEM pada 200 Generasi Z Kalimantan Barat (purposive sampling), instrumen kuesioner Likert dianalisis melalui SmartPLS 4 (outer/inner model, bootstrapping 5000 subsample). Hasil menunjukkan kesadaran etis berpengaruh kuat (β=0.794, p<0.001, f²=1.003, R²=0.731) sementara religiusitas (β=0.095, p=0.424) dan antikonsumerisme (β=0.022, p=0.898) tidak signifikan. Kesimpulan menegaskan kesadaran etis sebagai pendorong utama implementasi etika konsumsi Islam modern, mengimplikasikan strategi pemasaran thrift berbasis tanggung jawab ekologis.
Copyrights © 2026