Hasil penelitian menunjukkan bahwa akses pembiayaan, ketersediaan talenta, dukungan kebijakan, dan infrastruktur memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ketahanan ekosistem kewirausahaan di Yogyakarta. Sebaliknya, budaya kewirausahaan belum menunjukkan pengaruh yang signifikan secara statistik, yang mengindikasikan adanya kesenjangan antara nilai budaya kewirausahaan dan implementasinya dalam praktik bisnis. Meskipun demikian, hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai koefisien Cronbach’s Alpha yang masih rendah (α = 0,051), sehingga diperlukan pengembangan dan penyempurnaan instrumen pengukuran pada penelitian selanjutnya. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa penguatan ketahanan ekosistem kewirausahaan di Yogyakarta memerlukan pendekatan yang terintegrasi, dengan prioritas pada perbaikan akses pembiayaan, pengembangan talenta, kebijakan yang adaptif, dan penyediaan infrastruktur yang memadai. Penelitian ini menghasilkan kerangka pemetaan ketahanan ekosistem kewirausahaan yang dapat dijadikan dasar rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah, inkubator bisnis, dan pemangku kepentingan terkait, serta memberikan kontribusi empiris terhadap literatur tentang penguatan ekosistem kewirausahaan di wilayah urban Indonesia.
Copyrights © 2026