Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis orientasi pembelajaran bisnis pelaku UMKM di Kota Mataram sebagai dasar perumusan kebijakan pemberdayaan dan pelatihan yang lebih tepat sasaran. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan measurement analysis, melibatkan 90 responden UMKM yang dipilih melalui purposive sampling, serta uji validitas dan reliabilitas dengan korelasi product-moment dan cronbach’s alpha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku UMKM di Mataram memiliki potensi internal yang cukup kuat, ditunjukkan oleh tingkat pendidikan yang relatif baik, dominasi usia produktif, serta pengalaman usaha yang memadai. Orientasi pembelajaran bisnis mereka tergolong sangat tinggi, tercermin dari keaktifan mencari informasi, keterbukaan terhadap ide baru, komitmen mengikuti pelatihan, serta kebiasaan melakukan perbaikan dan berbagi visi dalam organisasi. Temuan ini menegaskan bahwa UMKM di Mataram memiliki kesiapan untuk beradaptasi dengan kebijakan pemerintah, termasuk digitalisasi dan globalisasi. Implikasinya, pemerintah pusat maupun daerah perlu menyelaraskan program pemberdayaan agar sesuai dengan kebutuhan nyata UMKM, menghindari tumpang tindih kebijakan, serta memastikan evaluasi berkelanjutan sehingga kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional dapat semakin optimal.
Copyrights © 2026