Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merancang integrasi bahasa daerah dalam antarmuka Sistem Informasi Desa (SID) guna meningkatkan pengalaman pengguna (User Experience/UX) berbasis multibahasa dan lokalitas. Studi ini menggunakan pendekatan mixed-method dengan desain eksploratori-sekuensial yang melibatkan analisis kebutuhan pengguna, perancangan prototipe antarmuka multibahasa, serta pengujian usability kepada perangkat desa dan masyarakat. Instrumen penelitian meliputi kuesioner System Usability Scale (SUS), wawancara semi-terstruktur, observasi penggunaan sistem, dan analisis komparatif sebelum dan sesudah integrasi bahasa daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi bahasa daerah pada elemen navigasi, label menu, dan pesan sistem secara signifikan meningkatkan pemahaman pengguna, menurunkan tingkat kesalahan input, serta mempercepat waktu penyelesaian tugas. Nilai rata-rata SUS meningkat dari kategori “cukup” menjadi “baik” setelah penerapan antarmuka multibahasa berbasis lokalitas. Selain itu, pengguna menunjukkan tingkat kepercayaan dan keterlibatan yang lebih tinggi terhadap sistem. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan UX berbasis konteks budaya dan linguistik lokal berkontribusi positif terhadap efektivitas dan inklusivitas layanan digital desa. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan standar desain antarmuka SID yang adaptif terhadap keberagaman bahasa daerah sebagai strategi transformasi digital yang berorientasi pada masyarakat
Copyrights © 2025