Gastronomi merupakan pendekatan strategis dalam pengembangan wisata kuliner berkelanjutan. Selain itu, gastronomi merepresentasikan identitas budaya sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi lokal. Provinsi Gorontalo memiliki kekayaan kuliner khas seperti Binthe Biluhuta, Ilabulo, dan Tiliaya yang belum sepenuhnya dimanfaatkan dalam pengembangan pariwisata daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis gastronomi dalam pengembangan wisata kuliner sebagai media utama pemberdayaan ekonomi lokal melalui pendekatan Tetrapreneur. serta menilai bagaimana pendekatan ini mampu membentuk ekosistem pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi dokumentasi yakni kurang lebih 35 dokumen terhadap dokumen pembangunan daerah, kebijakan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, serta literatur akademik mengenai gastronomi dan Tetrapreneur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi gastronomi di Gorontalo memiliki prospek pengembangan yang signifikan, namun pemanfaatannya masih terkendala oleh keterbatasan inovasi UMKM, lemahnya promosi digital, dan kurangnya sinergi lintas sektor. Pendekatan Tetrapreneur yang mencakup nilai sociopreneur, Ecopreneur , Tetrapreneur, dan Culturpreneur menawarkan kerangka strategis untuk mengintegrasikan nilai-nilai lokal dalam pengembangan wisata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi gastronomi dalam kebijakan pariwisata daerah, pelatihan Tetrapreneur, dan penguatan kolaborasi lintas aktor sangat penting untuk menjadikan gastronomi sebagai pilar utama pariwisata berkelanjutan di Gorontalo.
Copyrights © 2025