Penelitian ini mengkaji peran pariwisata berkelanjutan dalam membangun resiliensi sosial-ekologis serta mendorong transformasi ekonomi pedesaan di wilayah rawan bencana dengan studi kasus Desa Wisata Dewi Kaji. Berbeda dari penelitian terdahulu yang memisahkan aspek konservasi dan pemberdayaan, studi ini menekankan pentingnya integrasi keduanya melalui pariwisata berbasis komunitas. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara dengan 15 informan, observasi partisipatif, dan analisis dokumen yang relevan dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi terbentuk melalui diversifikasi sumber pendapatan, pengembangan wisata tematik, pelestarian lingkungan, serta adaptasi struktur sosial masyarakat. Selain itu, kepemimpinan lokal, keberadaan rencana induk, dan sinergi kebijakan antarlevel berperan penting dalam memastikan keberlanjutan jangka panjang. Temuan ini menegaskan bahwa resiliensi tidak hanya berarti kemampuan bertahan, tetapi juga proses transformasi yang meningkatkan inklusi ekonomi serta kapasitas kolektif dalam menghadapi perubahan dan disrupsi. Model pariwisata terpadu yang dihasilkan studi ini berpotensi diterapkan di desa wisata lain dengan kondisi serupa. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kelembagaan desa wisata, peningkatan literasi kebencanaan, serta penerapan mekanisme pemantauan berkelanjutan sebagai dasar pengembangan pariwisata yang adaptif, inklusif, dan berorientasi masa depan.
Copyrights © 2025