Peredaran produk palsu di Indonesia, khususnya di Jawa Barat, semakin meningkat dan dipengaruhi oleh faktor perilaku konsumen serta lemahnya efektivitas kebijakan publik. Penelitian ini didasarkan pada kerangka Theory of Planned Behavior yang menjelaskan bahwa sikap dan norma subjektif memengaruhi niat pembelian, dengan persepsi risiko sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 responden di Jawa Barat dan dianalisis menggunakan analisis jalur (path analysis) dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap dan norma subjektif berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat pembelian, sedangkan persepsi risiko berpengaruh negatif dan signifikan terhadap niat pembelian. Namun, persepsi risiko tidak berperan signifikan sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara sikap dan norma subjektif terhadap niat pembelian. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengaruh langsung sikap dan tekanan sosial lebih dominan dibandingkan peran persepsi risiko dalam membentuk niat pembelian produk palsu. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa persepsi risiko tidak efektif sebagai variabel intervening, sehingga strategi kebijakan publik perlu lebih menekankan perubahan sikap dan norma sosial masyarakat.
Copyrights © 2026