ABSTRAK Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang masih menjadi tantangan nasional, terutama di wilayah pedesaan. Kader Posyandu memiliki peran strategis dalam deteksi dini dan pemantauan tumbuh kembang balita, namun masih banyak yang memerlukan peningkatan kapasitas melalui pelatihan yang sistematis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dasar kader Posyandu melalui pelatihan dan refreshing, sebagai upaya percepatan penurunan stunting di wilayah kerja Puskesmas Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi/praktik langsung. Evaluasi dilakukan dengan pendekatan pre-test dan post-test kepada 40 kader untuk menilai peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Selain itu, dilakukan monitoring lapangan dan pengumpulan data penerapan keterampilan dalam kegiatan Posyandu. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan skor pengetahuan dan keterampilan yang signifikan setelah pelatihan, dengan rata-rata peningkatan lebih dari 15 poin. Monitoring juga menunjukkan bahwa kader mampu menerapkan keterampilan dengan lebih baik, terutama dalam pengukuran antropometri, pencatatan status gizi, dan edukasi kepada ibu balita. Pelatihan dan refreshing keterampilan dasar kader Posyandu efektif dalam meningkatkan kapasitas kader dan mendukung upaya penurunan stunting. Saran yang diberikan adalah perlunya pelatihan serupa dilakukan secara berkala dan terintegrasi dengan program pembinaan kader di tingkat Puskesmas maupun pemerintah daerah, agar keterampilan kader terus terjaga dan pelayanan di Posyandu semakin optimal. Kata Kunci: Kader Kesehatan, Refresher, Stunting. ABSTRACT Stunting is one of the public health problems that is still a national challenge, especially in rural areas. Posyandu cadres have a strategic role in early detection and monitoring of toddler growth and development, but many still need capacity building through systematic training. This community service activity aims to improve the basic skills of Posyandu cadres through training and refreshing, as an effort to accelerate the reduction of stunting in the work area of Seputih Raman Health Center, Central Lampung Regency. The methods used in this activity include interactive lectures, group discussions, and simulations/direct practice. Evaluation was carried out using a pre-test and post-test approach to 40 cadres to assess the increase in knowledge and skills. In addition, field monitoring and data collection were carried out on the application of skills in Posyandu activities. The results of the activity showed a significant increase in knowledge and skills scores after training, with an average increase of more than 15 points. Monitoring also showed that cadres were able to apply skills better, especially in anthropometric measurements, recording nutritional status, and educating mothers of toddlers. Training and refreshing of basic skills of Posyandu cadres are effective in increasing cadre capacity and supporting efforts to reduce stunting. The suggestion given is that similar training needs to be conducted periodically and integrated with cadre development programs at the Community Health Center and local government levels, so that cadre skills are maintained and services at the Integrated Health Post are increasingly optimal. Keyword: Health Cadres, Refresher, Stunting.
Copyrights © 2026