ABSTRAK Adiksi internet pada remaja telah menjadi isu kesehatan global yang serius karena berdampak pada penurunan performa akademik serta peningkatan risiko gangguan kesehatan mental. Penggunaan gawai yang tidak terkontrol memerlukan intervensi edukasi yang komprehensif melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai bahaya adiksi internet melalui pendekatan Interprofessional Education (IPE) dan Interprofessional Collaboration (IPC). Kegiatan dilaksanakan di Sekolah Menengah Kejuruan dengan melibatkan 53 siswa. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif berbasis pendekatan IPE dan IPC yang dipadukan dengan peer support group. Tingkat pengetahuan diukur menggunakan kuesioner pre test dan post test, sedangkan tingkat ketergantungan internet diukur menggunakan Internet Addiction Test (IAT). Analisis data dilakukan dengan menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test, dengan tingkat signifikansi ditetapkan pada nilai p 0,05. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan nilai rata-rata meningkat dari 83,40 menjadi 93,58. Proporsi siswa dengan tingkat pengetahuan kategori baik meningkat dari 77,4% menjadi 94,3% setelah intervensi. Analisis statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p 0,05), yang menandakan adanya pengaruh signifikan pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan remaja mengenai bahaya adiksi internet. Pendekatan IPE dan IPC melalui edukasi interaktif yang dipadukan dengan peer support group terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan mental remaja terkait adiksi internet. Pihak sekolah disarankan untuk melakukan pemantauan berkelanjutan terhadap perilaku digital siswa sebagai upaya pencegahan jangka panjang. Kata Kunci: Adiksi Internet, Interprofessional Education, Interprofessional Collaboration, Pengetahuan, Remaja. ABSTRACT Internet addiction among adolescents has become a serious global health issue, as it is associated with declining academic performance and an increased risk of mental health problems. Uncontrolled use of digital devices requires comprehensive educational interventions through collaboration across health-related disciplines. This community service activity aimed to increase adolescents’ knowledge and awareness of the risks of internet addiction through an Interprofessional Education (IPE) and Interprofessional Collaboration (IPC) approach. The activity was conducted at SMKN 1 Sukawati and involved 53 students. The intervention employed interactive lectures based on IPE and IPC approaches combined with a peer support group strategy. Knowledge levels were measured using pre-test and post-test questionnaires, while the level of internet dependence was assessed using the Internet Addiction Test (IAT). Data analysis was performed using the Wilcoxon Signed-Rank Test, with the level of significance set at a p-value 0.05. The evaluation results showed a significant increase in knowledge, with the mean score rising from 83.40 to 93.58. The proportion of students categorized as having a “good” level of knowledge increased from 77.4% to 94.3% after the intervention. Statistical analysis showed a p-value 0.001, indicating a significant effect of health education on adolescents’ knowledge levels regarding the dangers of internet addiction. The IPE and IPC approaches through interactive education combined with peer support groups were effective in improving adolescents’ mental health literacy related to internet addiction. Schools are encouraged to conduct continuous monitoring of students’ digital behavior as a long-term preventive strategy. Keywords: Internet Addiction, Interprofessional Education, Interprofessional Collaboration, Knowledge, Adolescents.
Copyrights © 2026