Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tata kelola kolaboratif dalam penyelenggaraan Praktik Kerja Lapangan (PKL) pada Program Keahlian Agribisnis Tanaman Perkebunan di SMK Negeri 1 Hanau, serta mengidentifikasi proses kolaborasi, faktor pendukung dan penghambat, serta dampaknya terhadap mutu pembelajaran berbasis kerja. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 20 informan yang terdiri dari kepala sekolah, ketua program keahlian, guru pembimbing, siswa peserta PKL, serta perwakilan industri dari tiga perusahaan mitra. Data juga diperoleh melalui observasi terbatas dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diperdalam melalui analisis tematik dengan memastikan keabsahan data melalui triangulasi dan member checking. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pelaksanaan PKL dipengaruhi oleh kejelasan pembagian peran, intensitas komunikasi, dan komitmen kolaboratif antara sekolah dan industri. Kolaborasi yang terjalin memberikan dampak positif terhadap mutu pembelajaran berbasis kerja, terutama dalam meningkatkan pengalaman dan keterampilan siswa. Faktor pendukung meliputi kesesuaian kompetensi siswa dengan bidang industri serta keberlanjutan kemitraan antara sekolah dan perusahaan. Namun demikian, kendala utama masih berkaitan dengan kesiapan nonteknis sebagian siswa, terutama dalam aspek komunikasi, inisiatif, dan kemampuan adaptasi terhadap budaya kerja industri. Keterbatasan penelitian – Penelitian ini terbatas pada satu sekolah dan tiga perusahaan mitra sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasikan secara luas. Selain itu, data yang diperoleh masih didasarkan pada persepsi informan dan belum mencakup pengamatan jangka panjang terhadap pelaksanaan PKL. Implikasi – Temuan penelitian ini memberikan implikasi bagi pengelolaan pendidikan vokasi, khususnya dalam memperkuat tata kelola kemitraan antara sekolah dan industri, meningkatkan pembekalan soft skills siswa sebelum PKL, serta mendorong adanya standardisasi dukungan dari pihak industri agar pelaksanaan pembelajaran berbasis kerja lebih optimal dan berkelanjutan. Kebaruan – Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis tata kelola kolaboratif PKL yang tidak hanya menyoroti aspek kemitraan formal, tetapi juga mengintegrasikan desain kelembagaan, proses kolaboratif, dan kapasitas individu siswa dalam konteks pendidikan vokasi bidang agribisnis tanaman perkebunan.
Copyrights © 2026