Penelitian ini mengkaji dinamika politik identitas dalam era digital serta implikasinya terhadap stabilitas sosial dan integrasi nasional. Perkembangan media digital mengubah cara identitas politik dibentuk, disebarkan, dan dikonsolidasikan dalam masyarakat. Identitas tidak lagi statis, tetapi diproduksi secara dinamis melalui interaksi di media sosial yang dipengaruhi algoritma dan preferensi pengguna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode systematic literature review untuk menganalisis temuan empiris dan teoretis yang relevan. Data diperoleh dari sumber ilmiah bereputasi dan dianalisis menggunakan teknik content analysis serta thematic analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media digital berperan signifikan dalam memperkuat politik identitas melalui personalisasi konten yang menciptakan echo chamber dan mempercepat polarisasi sosial. Politik identitas meningkatkan mobilisasi politik dan partisipasi masyarakat, namun juga memperkuat eksklusivitas kelompok dan memicu konflik sosial. Dalam konteks integrasi nasional, fragmentasi identitas menjadi tantangan utama dalam membangun kohesi sosial yang inklusif. Penelitian ini menegaskan sifat ambivalen politik identitas sebagai sumber konflik sekaligus sarana pemberdayaan. Diperlukan pendekatan komprehensif melalui literasi digital, regulasi disinformasi, dan kebijakan inklusif untuk menjaga stabilitas sosial. Kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan platform digital menjadi kunci utama.
Copyrights © 2025