Pembelajaran matematika di sekolah dasar masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain rendahnya kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik. Pembelajaran konvensional yang cenderung satu arah membuat siswa kurang aktif dan terbatas dalam mengonstruksi pemahaman konsep secara mandiri.Salah satu alternatif solusi adalah pemanfaatan media pembelajaran inovatif, seperti media puzzle, yang berpotensi meningkatkan motivasi, keterlibatan, serta kemampuan berpikir kritis siswa melalui aktivitas manipulatif dan kolaboratif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan pembelajaran menggunakan media puzzle terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar matematika peserta didik kelas V Sekolah Dasar Negeri 39 Kajai Pisik Kabupaten Agam, menganalisis pengaruh penggunaan media puzzle terhadap kemampuan berpikir kritis, serta menganalisis pengaruh penggunaan media puzzle terhadap hasil belajar matematika peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain pretest–posttest control group. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas V SD di Gugus VI Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam Tahun Pelajaran 2024/2025.Sampel dipilih secara acak, yaitu kelas V SD Negeri 39 Kajai Pisik sebagai kelas eksperimen dan kelas V SD Negeri 44 Padang Mardani sebagai kelas kontrol.Instrumen penelitian berupa tes kemampuan berpikir kritis dan tes hasil belajar matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media puzzle secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar matematika peserta didik. Hal ini dibuktikan melalui uji t dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 untuk kemampuan berpikir kritis dan uji korelasi Pearson dengan nilai signifikansi 0,009 < 0,05 untuk hasil belajar. Temuan ini menegaskan bahwa media puzzle efektif digunakan dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar.
Copyrights © 2026