This study aims to examine the position of literal meaning in language communication by reviewing semantic and pragmatic perspectives. Literal meaning is generally understood as the basic meaning inherent in linguistic forms without involving context; however, its existence is often debated in actual communication practices. This research employs a literature review method by analyzing various linguistic theories proposed by experts regarding the concept of meaning. The findings indicate that literal meaning cannot be fully regarded as either an absolute reality or merely a myth. From a semantic perspective, literal meaning functions as a conventional and relatively stable foundation of meaning. However, from a pragmatic perspective, it often does not represent the primary meaning, as it is influenced by context, communicative intentions, and shared knowledge between speakers and listeners. Therefore, literal meaning is better understood as part of a dynamic and contextual meaning system. This study emphasizes that meaning in communication cannot be separated from the interplay between literal and contextual meaning, which complement each other. Keywords: literal meaning, semantics, pragmatics, communication, contextual meaning ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji posisi makna harfiah dalam komunikasi bahasa dengan meninjau perspektif semantik dan pragmatik. Makna harfiah selama ini dipahami sebagai makna dasar yang melekat pada bentuk kebahasaan tanpa melibatkan konteks, namun dalam praktik komunikasi, keberadaannya sering diperdebatkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka dengan menganalisis berbagai teori linguistik dari para ahli terkait konsep makna. Hasil kajian menunjukkan bahwa makna harfiah tidak sepenuhnya dapat dianggap sebagai realitas mutlak maupun sebagai mitos semata. Dalam perspektif semantik, makna harfiah memiliki fungsi sebagai dasar pemaknaan yang bersifat konvensional dan relatif stabil. Namun, dalam perspektif pragmatik, makna tersebut sering kali tidak menjadi makna utama karena dipengaruhi oleh konteks, tujuan komunikasi, serta pengetahuan bersama antara penutur dan pendengar. Oleh karena itu, makna harfiah lebih tepat dipahami sebagai bagian dari sistem makna yang bersifat dinamis dan kontekstual. Penelitian ini menegaskan bahwa pemahaman makna dalam komunikasi tidak dapat dilepaskan dari hubungan antara makna literal dan makna kontekstual yang saling melengkapi. Kata kunci: makna harfiah, semantik, pragmatik, komunikasi, makna kontekstual
Copyrights © 2026