Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji revitalisasi maharah kalam (keterampilan berbicara) siswa melalui Immersive Language Environment dalam konteks pesantren. Penelitian dilaksanakan di asrama MAN 2 Tanah Datar dengan menggunakan pendekatan kualitatif naturalistik. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan fokus pada praktik dan interaksi bahasa sehari-hari siswa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan lingkungan bahasa imersif memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan keterampilan berbicara siswa, khususnya dalam aspek kelancaran, kepercayaan diri, dan ketepatan komunikatif. Siswa secara bertahap beralih dari praktik campur kode menuju penggunaan bahasa Arab yang lebih terstruktur dan sesuai konteks. Penelitian ini juga mengidentifikasi faktor-faktor pendukung utama, seperti interaksi antarteman, penerapan kebijakan bahasa, serta paparan berkelanjutan terhadap bahasa target, serta faktor-faktor penghambat seperti keterbatasan kosakata, ketidakkonsistenan penggunaan bahasa, dan interferensi bahasa pertama.Selain itu, temuan penelitian ini mendukung perspektif teoretis Stephen Krashen tentang comprehensible input dan Lev Vygotsky tentang interaksi sosial dalam pemerolehan bahasa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lingkungan bahasa yang imersif dan naturalistik berperan penting dalam merevitalisasi keterampilan berbicara siswa melalui penyediaan pengalaman komunikatif yang autentik. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis dalam pengajaran bahasa Arab, khususnya dalam perancangan lingkungan bahasa yang efektif di lingkungan pesantren.
Copyrights © 2025