Penelitian ini bertujuan mengevaluasi sejauh mana sistem Core Tax Administration System (Coretax)mampu berfungsi secara efektif dalam mendukung tata kelola administrasi perpajakan di lingkunganBadan Nasional Penanggulangan Bencana Jakarta, sebuah lembaga pemerintah nonkementeriandengan karakteristik operasional kebencanaan yang sangat dinamis dan kompleks. Pendekatankuantitatif berlandaskan desain survei deskriptif-analitik digunakan sebagai kerangka metodologis,dengan melibatkan 68 aparatur sipil negara yang memiliki keterlibatan langsung dalam seluruhproses pengelolaan kewajiban perpajakan kelembagaan, mencakup PPh Pasal 21, 22, 23, sertaPPN. Penyusunan instrumen kuesioner mengacu pada skala Likert lima poin yang dikonstruksiberdasarkan kerangka Technology Acceptance Model dan DeLone-McLean Information SystemSuccess Model. Temuan penelitian memperlihatkan nilai rata-rata skor efektivitas sebesar 3,53 dariskala 5,00, disertai peningkatan ketepatan pelaporan SPT Masa secara menyeluruh dari 73,6%menjadi 89,4% setelah sistem Coretax diterapkan. Hasil analisis regresi linier bergandamenghasilkan nilai koefisien determinasi R²=0,673, yang menunjukkan bahwa kompetensipengguna, kemudahan pengoperasian, serta kualitas sistem menjadi penentu utama keberhasilanadopsi Coretax di lingkungan BNPB Jakarta. Keterbatasan infrastruktur teknis dan kapasitas sumberdaya manusia yang belum memadai teridentifikasi sebagai hambatan struktural yang memerlukanintervensi kebijakan secara sistematis dan berkesinambungan demi memastikan transformasi digitalperpajakan berjalan secara optimal.
Copyrights © 2026