Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi petani kebun di Desa Cihawuk yang masih menghadapi keterbatasan akses permodalan, teknologi, dan jaringan kelembagaan. Koperasi Merah Putih yang diinisiasi pemerintah menjadi harapan baru bagi pemberdayaan petani. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemilik kebun dan petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan ini disambut positif oleh masyarakat tani karena dinilai mampu memperkuat distribusi hasil pertanian, mengurangi ketergantungan pada tengkulak, serta meningkatkan kepercayaan dan kerja sama antarpetani. Selain aspek ekonomi, koperasi juga berpotensi memperkuat modal sosial berupa jaringan dan norma kolektif dalam pengelolaan hasil tani. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi Koperasi Merah Putih sangat bergantung pada partisipasi aktif petani dan dukungan kebijakan yang berkelanjutan, sehingga koperasi merah putih benar-benar menjadi sarana peningkatan kesejahteraan berbasis komunitas.
Copyrights © 2025