Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterbatasan media pembelajaran seni sebagai faktor penghambat variasi kegiatan seni anak usia dini di TK Siloam Tegal Rejo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru dan anak usia dini yang terlibat dalam pembelajaran seni rupa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran seni telah dilaksanakan secara tematik dan menyenangkan dengan pendekatan belajar sambil bermain. Namun, keterbatasan alat dan bahan seperti krayon, pensil warna, kertas, gunting, dan lem menyebabkan kegiatan seni yang diberikan cenderung rutin dan kurang variatif, seperti menggambar, mewarnai,menggunting, dan kolase sederhana. Kegiatan yang lebih beragam seperti meronce, finger painting, dan mencetak dengan bahan alam belum optimal diterapkan karena keterbatasan sarana dan pertimbangan biaya. Kondisi ini berdampak pada kurang maksimalnya stimulasi kreativitas, motorik halus, serta eksplorasi estetis anak. Oleh karena itu, pemanfaatan bahan sederhana dan bahan alam sebagai alternatif media pembelajaran seni menjadi solusi penting untuk menciptakan kegiatan seni yang lebih variatif, menarik, dan bermakna bagi anak usia dini
Copyrights © 2026