Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ukuran perusahaan, current ratio (CR), dan pertumbuhan penjualan terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020–2023. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode regresi data panel. Sampel penelitian terdiri dari 28 perusahaan yang dipilih melalui metode purposive sampling, dengan total 112 data observasi. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan, current ratio, dan pertumbuhan penjualan secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba. Temuan ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan laba pada sektor makanan dan minuman lebih dipengaruhi oleh faktor efisiensi operasional dan strategi manajemen dibandingkan ketiga variabel tersebut. Model yang terpilih dalam penelitian adalah Common Effect Model (CEM).
Copyrights © 2026