Diabetes melitus (dm) pada lansia merupakan penyakit degeneratif yang memerlukan pengelolaan jangka panjang. Penurunan fungsi tubuh dan ketergantungan pada orang lain dapat memperburuk kualitas hidup lansia. Dukungan keluarga dan aktivitas fisik merupakan faktor penting yang dapat membantu lansia mempertahankan kesehatan fisik dan psikologisnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan aktivitas fisik dengan kualitas hidup lansia penderita diabetes melitus di puskesmas karadenan, kabupaten bogor. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian sebanyak 189 lansia dengan sampel 65 responden yang diambil menggunakan rumus slovin. Instrumen penelitian meliputi kuesioner dukungan keluarga, kuesioner aktivitas fisik, dan kuesioner kualitas hidup (Whoqol-Bref). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman’s Rho. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup (p=0,000) dan terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kualitas hidup (P=0,000). Arah hubungan bersifat positif, yang berarti semakin baik dukungan keluarga dan aktivitas fisik, maka semakin baik pula kualitas hidup lansia. Kesimpulan, dukungan keluarga dan aktivitas fisik memiliki kaitan erat dengan kualitas hidup lansia penderita DM. Disarankan bagi keluarga untuk terus memberikan dukungan motivasi dan bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan program aktivitas fisik terstruktur bagi lansia.
Copyrights © 2026