Masyarakat desa hanya memanfaatkan buah pala yaitu biji dan fuli sedangkan daging pala tidak dimanfaatkan atau dibuang dibawah pohon padahal daging pala dapat dikembangkan untuk produk yang memiliki nilai jual seperti manisan pala dan sirup dan sari. Sehingga melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat perlu ditawarkan solusi alternatif sebagai upaya untuk membantu masyarakat dalam mengoptimalkan potensi yang ada, yaitu dengan peningkatan ketrampilan masyarakat dengan pembuatan minuman sirup pala dan minuman sari pala, cara pengemasan minuman tersebut dan peningkatan pengetahuan cara memasarkan produk yang dibuat sehingga menjadi salah satu sumber pendapatan usaha keluarga. Sedangkan metode yang digunakan pada pelatihan yaitu ceramah atau sosialisasi, pelatihan atau praktik dan evaluasi. Hasil kegiatan pelatihan yaitu adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan peserta tentang pengolahan daging pala menjadi minuman sirup pala dan minuman sari pala. Selain itu, peserta kegiatan pada pelatihan merasa sangat puas dan berniat untuk mengembangkan sebagai usaha keluarga bahkan sebagai oleh-oleh khas desa Toniku, kegiatan pelatihan ini mendapat dukungan dari pemerintah desa.
Copyrights © 2026