Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketahanan daya beli buruh tani di tengah inflasi dan kebijakan suku bunga dengan pendekatan Purchasing Power Theory. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan data bulanan periode 2020-2022 sebanyak 36 observasi. Variabel dependen adalah upah riil buruh tani, sedangkan variabel bebas mencakup inflasi dan tingkat suku bunga. Analisis dilakukan dengan metode regresi linear berganda menggunakan perangkat lunak SPSS versi 26. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa inflasi tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap upah riil buruh tani. Sebaliknya, suku bunga terbukti memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap daya beli. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan moneter melalui suku bunga memiliki peran yang lebih dominan dibandingkan inflasi dalam memengaruhi daya beli buruh tani. Implikasinya, pengendalian suku bunga perlu diterapkan dengan kehati-hatian guna menjaga stabilitas daya beli masyarakat, khususnya kelompok buruh tani.
Copyrights © 2026