Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan lokasi Asphalt Mixing Plant (AMP) di Provinsi Jawa Barat, khususnya wilayah UPTD III, dengan menggunakan metode Fixed Charge Facility Location Problem (FCFLP). Studi ini berfokus pada minimasi biaya distribusi sekaligus memenuhi permintaan hotmix di berbagai lokasi. Data yang digunakan meliputi lokasi quarry, AMP eksisting, titik permintaan, panjang jalan, dan kondisi infrastruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 7 AMP eksisting, hanya 5 lokasi yang optimal (Margaasih, Padamulya, Cipageran, Padaasih, dan Wanakerta) dengan penghematan biaya distribusi mencapai 47% (Rp3,47 miliar). Analisis sensitivitas membuktikan model ini stabil terhadap kenaikan harga BBM hingga 20%, namun peka terhadap perubahan waktu tempuh maksimal. Implikasi penelitian mencakup efisiensi sumber daya dan dasar kebijakan pembangunan infrastruktur yang lebih efektif. Kata kunci— Asphalt Mixing Plant, optimasi lokasi, Fixed Charge Facility Location Problem, biaya distribusi, hotmix.
Copyrights © 2026