Diabetes adalah penyakit yang angka penderitanya terus meningkat setiap tahunnya, menjadikannya salah satu masalah kesehatan utama yang dihadapi dunia. Meskipun ada berbagai metode untuk mendeteksi diabetes, prediksi berbasis kecerdasan buatan semakin populer dalam mendiagnosis penyakit diabetes dengan tingkat akurasi yang tinggi. Namun, model-model AI sering kali bersifat black-box, sehingga sulit untuk menginterpretasikan faktor-faktor yang memengaruhi hasil prediksi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan metode Explainable AI (XAI), yaitu metode SHAP dan LIME, dalam memberikan penjelasan terhadap hasil dari prediksi model. Penelitian ini menggunakan dataset diabetes yang mencakup fitur-fitur seperti kehamilan, kadar glukosa, tekanan darah, ketebalan kulit, insulin, indeks massa tubuh, keturunan, usia, dan output (kelas diabetes dan kelas non-diabetes). Dengan menggunakan metode SHAP dan LIME, penelitian ini memuat hasil berupa penjelasan keputusan dari prediksi yang dibuat oleh model XGBoost. Hasil menunjukkan bahwa SHAP memberikan interpretasi yang lebih stabil, konsisten, dan dapat dipercaya dibandingkan LIME, serta lebih direkomendasikan untuk digunakan dalam mendukung pengambilan keputusan medis terkait diagnosis diabetes. Kata kunci: Explainable AI, SHAP, LIME, XGBoost, Diabetes, Black-Box.
Copyrights © 2026