Penelitian ini bertujuan membandingkan pemanfaatan Instagram sebagai sarana promosi pada dua perpustakaan perguruan tinggi swasta terakreditasi A di Indonesia, yaitu Perpustakaan Universitas Lancang Kuning (@uptperpustakaanunilak) dan Perpustakaan Universitas Islam Indonesia (@perpustakaanuii). Penelitian ini menggunakan desain analisis konten deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data penelitian berupa unggahan Instagram yang dipublikasikan dalam rentang waktu 2020 hingga Juli 2024 dan dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dari akun resmi masing-masing perpustakaan. Unit analisis dalam penelitian ini adalah unggahan Instagram yang diklasifikasikan ke dalam kategori promosi dan non-promosi, serta dianalisis berdasarkan kategori konten promosi menggunakan kerangka Mollett. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan orientasi dalam pemanfaatan Instagram sebagai media promosi. Perpustakaan Universitas Lancang Kuning cenderung menekankan intensitas konten promosi, sedangkan Perpustakaan Universitas Islam Indonesia lebih berorientasi pada keterlibatan pengguna melalui konten yang bersifat interaktif. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan Instagram tidak hanya berfungsi sebagai media penyebaran informasi, tetapi juga sebagai strategi komunikasi digital dalam membangun hubungan dengan pengguna. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami pola pengelolaan media sosial perpustakaan serta menjadi dasar dalam merancang strategi promosi yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026