Kesehatan reproduksi remaja merupakan aspek penting dalam menunjang kualitas kesehatan fisik, mental, dan sosial, serta berperan dalam pencegahan perilaku seksual berisiko seperti seks bebas dan kehamilan di luar nikah. Permasalahan rendahnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi masih menjadi tantangan, khususnya di lingkungan sekolah yang belum optimal dalam pelaksanaan program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai kesehatan reproduksi dan bahaya seks bebas melalui kegiatan penyuluhan. Sasaran kegiatan adalah siswa kelas XII SMA Negeri 1 Tuyutan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Metode yang digunakan berupa penyuluhan kesehatan disertai diskusi dan tanya jawab dengan media leaflet dan video edukatif. Pre-test dan post-test digunakan untuk menilai pengetahuan siswa sebelum dan sesudah penyuluhan. Kegiatan ini diikuti oleh 36 siswa, terdiri dari 21 siswa perempuan (58,4%) dan 15 siswa laki-laki (41,6%). Menurut hasil pre-test, sebagian besar siswa memiliki tingkat pengetahuan kategori kurang (63,8%). Setelah diberikan penyuluhan, hasil post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan, dengan kategori pengetahuan cukup sebesar 38,9% dan kategori baik meningkat menjadi 27,8%, sementara kategori kurang menurun menjadi 33,3%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan kesehatan reproduksi dan bahaya seks bebas efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa. Diharapkan upaya ini akan membantu mencegah perilaku seksual berisiko pada remaja serta mendorong penguatan peran sekolah dan UKS dalam edukasi kesehatan reproduksi secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026