Pengendalian persediaan bahan baku merupakan pilar strategis dalam industri manufaktur untuk menjamin efisiensi biaya operasional dan keberlangsungan proses produksi secara berkelanjutan. PT IHI Power Service Indonesia menghadapi tantangan nyata dalam pengelolaan bahan baku GIRT, yang ditandai dengan fluktuasi permintaan yang tidak menentu serta periode lead time pengadaan yang cukup panjang. Kondisi ini sering kali memicu ketidakseimbangan antara ketersediaan stok dan biaya penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengoptimalkan efektivitas penerapan metode Economic Order Quantity (EOQ) dan Reorder Point (ROP) dalam sistem pengendalian bahan baku GIRT. Metode penelitian yang diterapkan adalah kuantitatif deskriptif dengan menggunakan data historis penggunaan bahan baku GIRT sepanjang tahun 2024, yakni sebesar 61.337,57 kg. Teknik pengumpulan data melibatkan dokumentasi internal, observasi lapangan, dan wawancara terstruktur dengan pemangku kepentingan terkait. Hasil analisis matematis menunjukkan bahwa jumlah pemesanan paling optimal adalah sebesar 11.750,25 kg dengan frekuensi pemesanan lima kali dalam satu tahun. Total biaya persediaan tahunan berdasarkan metode ini tercatat sebesar Rp45.976.687,90, yang mencakup nilai safety stock sebesar 4.534,50 kg dan titik Reorder Point (ROP) pada level 9.645,90 kg. Hasil penelitian menunjukkan potensi penghematan biaya yang signifikan dibandingkan kebijakan aktual perusahaan. Selain itu, penerapan metode EOQ dan ROP dapat diintegrasikan dengan sistem informasi berbasis ERP untuk meningkatkan akurasi perencanaan dan efisiensi pengendalian persediaan. Temuan ini memberikan kontribusi praktis bagi manajemen dalam pengambilan keputusan berbasis data serta mendukung peningkatan kinerja rantai pasok secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026