Di tengah pesatnya transformasi digital industri Architecture, Engineering, and Construction (AEC) menuju integrasi Artificial Intelligence (AI) dan Metaverse, penelitian ini menganalisis kelayakan infrastruktur jaringan dan faktor-faktor perilaku yang memengaruhi penerimaan teknologi Building Information Modeling (BIM) pada pembelajaran teknik bangunan di SMKS Muhammadiyah Teknologi dan Rekayasa Serui. Studi dilakukan melalui dua fase sistematis. Fase pertama berfokus pada evaluasi objektif Quality of Service (QoS) menggunakan Wireshark terhadap tiga layanan internet (IndiHome, IndiBiz, Starlink) pada dua platform BIM berbasis web, yaitu BIMviewer dan usBIM. Hasil menunjukkan bahwa throughput seluruh layanan berada pada kategori rendah, sedangkan delay dan packet loss berada pada kategori sangat baik. Jitter yang tidak stabil, khususnya pada IndiHome saat jam sibuk, berpotensi menurunkan kenyamanan navigasi visual model 3D yang kompleks. Fase kedua menganalisis persepsi siswa menggunakan pendekatan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan kerangka Modified Technology Acceptance Model (TAM). Hasil menunjukkan bahwa kualitas jaringan tidak berpengaruh signifikan terhadap persepsi kemudahan maupun kegunaan. Self-efficacy berpengaruh kuat terhadap persepsi kemudahan, sementara anxiety secara unik berpengaruh signifikan terhadap persepsi kegunaan. Kemudahan penggunaan berpengaruh positif terhadap niat menggunakan BIM, dan niat penggunaan meningkatkan kepuasan siswa secara keseluruhan. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan adopsi BIM di lingkungan vokasi lebih ditentukan oleh faktor psikologis, kesiapan diri, dan persepsi manfaat masa depan siswa, sementara optimalisasi infrastruktur jaringan tetap menjadi prasyarat teknis untuk menjamin kelancaran operasional pembelajaran yang berkelanjutan menghadapi tuntutan industri digital masa depan.
Copyrights © 2026