Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kehidupan sosial dan kondisi ekonomi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setelah hadirnya Taman Kalimadu di Kota Gorontalo, dengan fokus pada dinamika interaksi antar pedagang serta perubahan tingkat pendapatan sebelum dan sesudah kawasan kuliner tersebut berkembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode observasi langsung di lokasi penelitian serta wawancara mendalam dengan pelaku UMKM dan pengunjung sebagai sumber data utama guna memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai kondisi sosial dan ekonomi yang terjadi secara nyata di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap awal keberadaan Taman Kalimadu, terdapat dampak positif yang signifikan terhadap pelaku UMKM, ditandai dengan meningkatnya interaksi sosial antar pedagang, terjalinnya kerja sama dalam kegiatan usaha, serta meningkatnya aktivitas ekonomi akibat bertambahnya jumlah pengunjung dan pendapatan pedagang secara bertahap. Kawasan ini juga berfungsi sebagai ruang sosial yang mempererat hubungan antara pelaku usaha dan masyarakat sekitar serta menciptakan lingkungan usaha yang lebih dinamis. Namun, seiring berjalannya waktu, pelaku UMKM mulai menghadapi berbagai tantangan yang memengaruhi keberlangsungan usaha, terutama penurunan jumlah pengunjung akibat munculnya pusat kuliner baru, khususnya di kawasan Panjaitan, yang menawarkan konsep lebih modern, variasi produk yang lebih beragam, serta fasilitas yang lebih menarik dan nyaman bagi pengunjung dari berbagai kalangan. Kondisi tersebut berdampak langsung pada menurunnya pendapatan serta stabilitas usaha para pedagang, bahkan sebagian mengalami penurunan daya saing.
Copyrights © 2026