Tanah mengembang merupakan jenis tanah yang memiliki sifat perubahan volume yang signifikan akibat fluktuasi kadar air, sehingga berpotensi menimbulkan permasalahan serius terhadap stabilitas konstruksi di atasnya. Kondisi ini menyebabkan tanah menjadi mengembang saat basah dan menyusut ketika kering, yang dapat mengakibatkan retak pada struktur bangunan maupun perkerasan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan pasir laut terhadap karakteristik fisik serta peningkatan daya dukung tanah mengembang. Sampel tanah diambil dari daerah Simpang Empat Nakau, Bengkulu, dan diuji di Laboratorium Teknik Sipil Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H. Variasi campuran pasir laut yang digunakan meliputi 0%, 5%, 10%, dan 15% dari berat tanah. Metode pengujian yang dilakukan mencakup kadar air, massa jenis, batas Atterberg, analisis distribusi butiran, uji pemadatan Proctor, uji Dynamic Cone Penetrometer (DCP), serta pengujian California Bearing Ratio (CBR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pasir laut sebesar 5% memberikan peningkatan nilai CBR yang paling optimal, yaitu mencapai 33,86%, dibandingkan dengan tanah asli tanpa campuran sebesar 25,09%. Namun, penambahan pasir laut dengan persentase lebih tinggi, yaitu 10% dan 15%, justru menyebabkan penurunan nilai CBR secara signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa proporsi campuran yang berlebihan dapat mengurangi kohesi tanah. Dengan demikian, komposisi optimum penggunaan pasir laut adalah sebesar 5% untuk meningkatkan daya dukung tanah mengembang secara efektif.
Copyrights © 2026