Latar Belakang Anemia pada ibu hamil, sering dikaitkan dengan peningkatan risiko BBLR. Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu indikator penting status kesehatan ibu dan anak, serta menjadi faktor risiko utama terhadap morbiditas dan mortalitas neonatal. Tujuan Penelitian Proporsi kejadian ibu hamil yang mengalami anemia, kejadian bayi berat lahir rendah dan menganalisis hubungan anemia dengan Berat Bayi Lahir Rendah di Kabupaten Gianyar. Metode Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi diambil secara simple random sampling sebanyak 374 sampel dari 13 Puskesmas di Kabupaten Gianyar pada tanggal 17 – 21 Mei 2025. Data diambil dari register kohort ibu dan bayi menggunakan form pengumpulan data. Uji hipotesis dianalisis dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil 90,6% berusia 20-35 tahun, 66,3 % bekerja, 65,0% pendidikan menengah, 99,05 % paritas 1-4 kali, 10,2 % anemia, 10,4 % dengan BBLR. Berdasarkan hasil uji Chi Square, nilai p pada analisis hubungan anemia dengan BBLR adalah 0,089 (p > 0,05). Simpulan Tidak terdapat hubungan antara anemia dengan berat bayi lahir rendah di Kabupaten Gianyar. Saran bagi Puskesmas atau Rumah Sakit, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan antenatal care (ANC) secara menyeluruh dan edukasi risiko BBLR.
Copyrights © 2026