Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan green accounting dan biaya lingkungan terhadap profitabilitas perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi data panel. Sampel penelitian terdiri dari 12 perusahaan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan. Variabel green accounting diukur menggunakan indeks pengungkapan lingkungan, sedangkan biaya lingkungan diukur berdasarkan total pengeluaran yang berkaitan dengan aktivitas lingkungan perusahaan. Profitabilitas sebagai variabel dependen diukur menggunakan Return on Capital Employed (ROCE), yang mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari modal yang digunakan. Analisis data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak EViews melalui pengujian regresi data panel serta uji hipotesis secara parsial dan simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa green accounting dan biaya lingkungan tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas perusahaan, baik secara parsial maupun simultan. Hal ini mengindikasikan bahwa pengungkapan informasi lingkungan dan pengeluaran biaya lingkungan belum mampu memberikan dampak langsung terhadap kinerja keuangan perusahaan dalam jangka pendek. Selain itu, nilai adjusted R-square sebesar 0,0166 menunjukkan bahwa variabel independen hanya mampu menjelaskan sebesar 1,66% variasi profitabilitas, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian.
Copyrights © 2026