Kinerja keuangan sangat penting dalam mengukur kemampuan pemerintah daerah dalam mengelola sumber daya keuangannya secara efektif, efisien, dan transparan. Melalui kinerja keuangan, dapat diketahui sejauh mana pemerintah daerah mampu meningkatkan pendapatan, mengelola belanja, serta mencapai tujuan pembangunan daerah. Namun di Kabupaten/Kota Provinsi Bali fenomena menunjukkan adanya dinamika fluktuatif pada pendapatan asli daerah, dana perimbangan, dan belanja modal, yang berimplikasi terhadap kinerja keuangan daerah. Hal ini disebabkan karena pendapatan asli daerah, dana perimbangan merupakan sumber utama penerimaan daerah yang menentukan kemampuan pemerintah dalam membiayai berbagai kegiatan dan program pembangunan. Sementara itu, belanja modal berkaitan langsung dengan pengeluaran untuk investasi aset dan infrastruktur yang mendukung pelayanan publik. Oleh karena itu, perubahan atau fluktuasi pada komponen-komponen tersebut akan mempengaruhi tingkat efektivitas, efisiensi, serta kemampuan keuangan daerah dalam mengelola sumber daya yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendapatan ali daerah, dana perimbangan, dan belanja modal terhadap kinerja keuangan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berupa data dokumentasi atau arsip yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Bali. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 8 kabupaten dan 1 kota yang berada di Provinsi Bali. Teknik pengambil sampel menggunakan sampling jenuh di mana seluruh anggota populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan asli daerah berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Dana perimbangan berpengaruh negatif terhadap kinerja keuangan. Belanja modal berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan.
Copyrights © 2026