Obat merupakan salah satu komponen penting penunjang fungsi rumah sakit yang di harapkan selalu tersedia dalam jenis, jumlah yang cukup dan mutu terjamin. Pada ketersediaan obat di rumah sakit menjadi salah satu indikator mutu utama manajemen rumah sakit yang wajib dikelola secara efektif dan efisien. Penelitian ini berupaya memahami gambaran sistem manajemen logistik perbekalan farmasi seperti perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pengendalian, penghapusan, pencatatan dan pelaporan serta berbagai permasalahan yang terjadi pada setiap tahap pelaksanaan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umun Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) Umum Daerah Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi. Selama kegiatan, mahasiswa terlibat langsung dalam berbagai aspek pelayanan kefarmasian, meliputi pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai, yang mencakup tahap pemilihan, perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, distribusi, hingga pengendalian. Hasil penelitian menemukan komponen manajemen logistik telah dilakukan dengan baik dan sesuai standar kefarmasian rumah sakit. Hasil pengamatan selama PKPA di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi, penulis mendapatkan ilmu tentang perencanaan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusian di rumah sakit, tetapi masih terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan seperti masih ada kardus obat yang terletak di depan gudang dan masih ada beberapa yang tidak ada pelabelan nama baik penyimpanan obat, alkes dan BMHP (Barang Medis Habis Pakai).
Copyrights © 2026