Peningkatan pembangunan jalan meningkatkan kebutuhan material pada perkerasan lentur (Flexible Pavement), khususnya lapisan Asphalt Concrete – Wearing Course (AC-WC). Pembangunan infrastruktur jalan merupakan salah satu aspek penting dalam peningkatan konektivitas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan mobilitas dari suatu daerah ke daerah yang lain. Keterbatasan bahan konvensional mendorong pemanfaatan silica sand Bangka dan kulit Areca catechu sebagai bahan substitusi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kadar substitusi terhadap karakteristik metode Marshall serta menentukan Kadar Aspal Optimum (KAO) melalui pengujian sifat reologi aspal guna mendukung perkerasan yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium. Variasi substitusi pasir silika Bangka sebesar 0%, 1%, 2%, dan 3% terhadap agregat halus, serta limbah kulit Areca catechu sebesar 0%, 0,4%, 0,8%, dan 1,2% sebagai filler. Pengujian dilakukan menggunakan metode Marshall untuk memperoleh parameter stabilitas, flow, VIM, VMA, VFA, Marshall Quotient (MQ), serta penentuan Kadar Aspal Optimum sebagai dasar evaluasi kinerja campuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi optimum diperoleh pada substitusi 2% pasir silika Bangka dan 1,2% limbah kulit Areca catechu. Pada variasi tersebut diperoleh nilai stabilitas 1092,96 kg, flow 3,54 mm, dan MQ 309,04 kg/mm, dengan seluruh parameter memenuhi persyaratan Spesifikasi Bina Marga 2025. Hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan kedua material substitusi mampu menghasilkan campuran AC-WC yang layak digunakan serta berpotensi menjadi alternatif material perkerasan yang lebih berkelanjutan.
Copyrights © 2026