Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang berperan sebagai faktor risiko utama berbagai penyakit kronis seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan seperti Kabupaten Mojokerto, keterbatasan akses layanan kesehatan menyebabkan rendahnya deteksi dan pengendalian hipertensi. Program GEMPAR (Gerakan Masyarakat Peduli Hipertensi) dikembangkan sebagai upaya promotif dan preventif berbasis pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan literasi kesehatan serta mendorong perubahan perilaku hidup sehat. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Duyung, Kecamatan Trawas, dengan pendekatan edukatif partisipatif yang melibatkan 22 peserta pada pertemuan pertama dan 21 peserta pada pertemuan kedua, didominasi oleh ibu-ibu usia di atas 35 tahun. Metode pelaksanaan meliputi tiga kegiatan utama, yaitu senam hipertensi, pemeriksaan tekanan darah, dan edukasi interaktif mengenai faktor risiko, komplikasi, serta pencegahan hipertensi. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, di mana 90% peserta berada pada kategori sangat paham setelah intervensi. Namun, hasil pengukuran tekanan darah menunjukkan belum adanya perubahan signifikan dalam jangka pendek. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan edukatif partisipatif efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat, meskipun perubahan fisiologis memerlukan intervensi berkelanjutan. Program GEMPAR berpotensi menjadi model intervensi promotif yang dapat dikembangkan melalui penguatan kader kesehatan dan integrasi dengan layanan kesehatan primer guna meningkatkan efektivitas pengendalian hipertensi di masyarakat.
Copyrights © 2026