Mahasiswa tingkat akhir berada pada fase transisi penting yang ditandai dengan tuntutan akademik, tekanan penyelesaian skripsi, serta kecemasan terhadap masa depan dan dunia kerja. Kondisi tersebut dapat memicu stres, kecemasan, dan penurunan kepercayaan diri, sehingga diperlukan kemampuan resiliensi untuk membantu mahasiswa bertahan dan beradaptasi. Salah satu faktor eksternal yang berperan dalam meningkatkan resiliensi adalah dukungan sosial keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial keluarga dan resiliensi pada mahasiswa tingkat akhir di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 120 mahasiswa tingkat akhir yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert yang mengukur variabel dukungan sosial keluarga dan resiliensi. Analisis data menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara dukungan sosial keluarga dan resiliensi, dengan nilai koefisien regresi β = 0,635 dan signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Nilai koefisien determinasi sebesar 0,403 menunjukkan bahwa dukungan sosial keluarga memberikan kontribusi sebesar 40,3% terhadap resiliensi mahasiswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi dukungan sosial keluarga yang diterima, maka semakin tinggi pula tingkat resiliensi mahasiswa tingkat akhir. Dengan demikian, dukungan sosial keluarga berperan penting dalam membantu mahasiswa mengelola tekanan akademik, meningkatkan kepercayaan diri, serta beradaptasi secara positif dalam menghadapi tantangan kehidupan.
Copyrights © 2026