Gunung Merapi merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di dunia yang terletak di perbatasan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Aktivitas vulkaniknya yang terjadi secara berulang telah menimbulkan berbagai dampak serius, baik berupa korban jiwa maupun kerugian material yang tidak sedikit. Kondisi tersebut menjadikan upaya pengelolaan risiko dan mitigasi bencana sebagai prioritas utama dalam rangka melindungi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana. Tidak hanya itu, tingginya tingkat ancaman erupsi juga menuntut adanya strategi yang komprehensif, terencana, dan berkelanjutan agar dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan secara optimal. Kajian ini bertujuan untuk menelaah secara mendalam berbagai strategi manajemen risiko dan mitigasi bencana yang telah diterapkan di kawasan Gunung Merapi, sekaligus menilai tingkat efektivitas strategi tersebut dalam meredam dampak erupsi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literatur dengan metode analisis deskriptif, yang bersumber dari berbagai publikasi ilmiah, laporan resmi pemerintah, serta regulasi yang relevan dengan penanggulangan bencana. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengelolaan risiko bencana di kawasan Merapi telah mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Hal ini ditandai dengan penguatan sistem deteksi dan peringatan dini, penyempurnaan zonasi kawasan rawan bencana, peningkatan peran aktif masyarakat lokal dalam kesiapsiagaan, serta terjalinnya sinergi yang lebih erat antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat. Dengan demikian, kajian ini memberikan kontribusi penting terhadap pengembangan tata kelola kebencanaan sebagai bentuk inovasi sektor publik, khususnya melalui penerapan model manajemen risiko berbasis komunitas yang berpotensi menjadi rujukan bagi wilayah lain di Indonesia yang menghadapi ancaman bencana serupa.
Copyrights © 2026