Kabupaten Karawang merupakan salah satu wilayah di Jawa Barat yang sering mengalami banjir, terutama pada saat curah hujan tinggi. Kejadian banjir tersebut dipengaruhi oleh kondisi lingkungan fisik wilayah, seperti curah hujan, topografi, kemiringan lereng, jenis tanah, dan penggunaan lahan. Faktor-faktor tersebut berperan dalam meningkatkan potensi terjadinya genangan air di beberapa wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerawanan banjir di Kabupaten Karawang berdasarkan faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi terjadinya banjir. Parameter yang digunakan meliputi curah hujan, Digital Elevation Model (DEM), kemiringan lereng, jenis tanah, penggunaan lahan, serta kerapatan drainase. Penentuan bobot dilakukan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), sedangkan analisis spasial dilakukan dengan metode Weighted Overlay untuk menghasilkan peta kerawanan banjir. Pendekatan ini dipilih untuk mengintegrasikan berbagai parameter secara sistematis dan meningkatkan akurasi hasil pemodelan. Hasil analisis menunjukkan nilai hasil overlay di sebagian besar wilayah berada pada kisaran 4,1–4,4 yang termasuk ke dalam kelas sangat rawan, sementara wilayah lainnya berada pada kisaran 3,2–4,05 atau kelas rawan. Wilayah dengan tingkat kerawanan banjir tinggi umumnya berada pada daerah utara yang didominasi oleh dataran rendah dengan kemiringan lereng yang landai, jenis tanah dengan kemampuan infiltrasi rendah, serta penggunaan lahan yang didominasi oleh kawasan terbangun dan lahan terbuka. Kondisi tersebut menyebabkan air hujan sulit meresap ke dalam tanah sehingga mudah membentuk genangan. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi parameter lingkungan terkini menggunakan kombinasi AHP dan Weighted Overlay untuk menghasilkan peta kerawanan banjir yang lebih representatif berbasis kondisi aktual wilayah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam perencanaan mitigasi bencana dan pengelolaan wilayah di Kabupaten Karawang.
Copyrights © 2026