Hidrokarbon merupakan sumber daya yang sangat strategis bagi suatu negara. Indonesia memiliki 128 cekungan sedimen berpotensi hidrokarbon pada tahun 2022 dan 108 diantaranya masih belum berproduksi. Salah satunya adalah Cekungan Melawi di Kalimantan Barat yang pernah dieksplorasi tetapi tidak menghasilkan hidrokarbon dengan faktor utama adanya Intrusi Sintang yang menyebabkan kebocoran pada perangkap hidrokarbon. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi struktur yang memiliki indikasi potensial yang memungkinkan adanya akumulasi hidrokarbon dan tidak terdapat Intrusi Sintang. Pendekatan yang digunakan adalah pemodelan inversi berdasarkan analisis dekonvolusi Euler pada data gayaberat Cekungan Melawi untuk menghasilkan model lapisan bawah permukaan. Hasil analisis menunjukkan rentang nilai anomali Bouguer sebesar 0 mGal hingga 45,1 mGal dan anomali residual memiliki rentang nilai -5,4 mGal hingga 4,4 mGal. Hasil interpretasi menunjukkan lima belas struktur patahan pada area fokus hidrokarbon yang dikonfirmasi oleh solusi dekonvolusi Euler dan enam diantaranya memiliki indikasi menjadi struktur potensial yang memungkinkan adanya akumulasi hidrokarbon, yaitu tiga struktur patahan pada lintasan 1 arah barat-timur dengan kedaman 2.200 m hingga 3.800 m, satu struktur patahan pada lintasan 1 arah selatan-utara dengan kedaman 2.000 m hingga 5.500 m, dan dua struktur patahan pada lintasan 2 arah selatan-utara dengan kedaman 2.800 m hingga 6.200 m.
Copyrights © 2026