Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resiliensi sosial mahasiswa yang berstatus menikah dalam menyelesaikan studi di Kabupaten Biak Numfor, khususnya mahasiswa asal Yahukimo. Mahasiswa menikah menghadapi beban ganda berupa tanggung jawab akademik dan keluarga yang berpotensi menghambat penyelesaian studi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap mahasiswa menikah yang aktif menjalani perkuliahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi sosial berperan penting dalam keberhasilan mahasiswa menyelesaikan studi. Resiliensi tersebut tercermin dalam kemampuan regulasi emosi, kontrol impuls, optimisme, efikasi diri, serta dukungan sosial dari keluarga dan lingkungan. Selain itu, mahasiswa menunjukkan kemampuan adaptasi terhadap tekanan sosial dan ekonomi melalui strategi coping yang beragam. Faktor utama yang memengaruhi resiliensi meliputi dukungan pasangan, jaringan sosial, motivasi intrinsik, serta nilai budaya yang menekankan tanggung jawab. Penelitian ini menemukan bahwa resiliensi tidak hanya bersifat individual, tetapi juga kolektif melalui dukungan sosial. Dengan demikian, resiliensi sosial menjadi faktor kunci dalam keberhasilan mahasiswa menikah dalam menyelesaikan studi. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian sosiologi pendidikan dan ketahanan sosial dalam konteks mahasiswa di daerah afirmasi.
Copyrights © 2022