Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi yang diterapkan oleh Bank Mandiri Cabang Supiori dalam meningkatkan minat masyarakat pelaku usaha untuk menggunakan Kredit Usaha Rakyat (KUR). KUR merupakan program pemerintah yang dirancang untuk mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui akses pembiayaan yang mudah dan terjangkau. Namun, realisasi penyaluran KUR di Kabupaten Supiori masih belum optimal karena rendahnya minat dan pemahaman masyarakat terhadap program ini. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap pimpinan bank, staf kredit, dan nasabah, serta observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang diterapkan Bank Mandiri Supiori meliputi tiga indikator utama: pertama, membangun kredibilitas melalui komunikasi interpersonal yang intensif dan pendekatan personal kepada calon nasabah; kedua, menciptakan daya tarik melalui sosialisasi manfaat KUR dengan suku bunga rendah (6%) dan proses yang mudah; ketiga, memperkuat kekuatan persuasi melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan pemanfaatan media brosur. Hambatan yang dihadapi meliputi keterbatasan pemahaman masyarakat tentang prosedur kredit, kelengkapan administrasi (KTP, KK, surat nikah, surat izin usaha, agunan), serta faktor geografis di wilayah terpencil. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi yang efektif dan adaptif terhadap karakteristik masyarakat lokal sangat diperlukan dalam meningkatkan minat pelaku usaha terhadap program KUR.
Copyrights © 2024