Penelitian ini mengkaji bagaimana nilai-nilai hedonisme direpresentasikan dalam film horor Indonesia Jin Qorin (2023) dan bagaimana representasi tersebut berhubungan dengan persepsi audiens Generasi Z. Metode yang digunakan adalah analisis isi kuantitatif terhadap screentime adegan bermuatan hedonistik yang diklasifikasikan ke dalam tiga dimensi (spiritual, materialistik, dan destruktif) serta survei kuantitatif menggunakan kuesioner Likert pada 70 responden Gen Z. Hasil analisis isi menunjukkan bahwa dimensi materialistik merupakan yang paling dominan (25% dari total adegan terkode), diikuti spiritual (14,7%) dan destruktif (13,2%). Dari sisi persepsi audiens, impresi destruktif tercatat paling kuat (M = 4,00; SD = 1,02), lalu spiritual (M = 3,93) dan materialistik (M = 3,77). Uji korelasi menunjukkan hubungan positif signifikan antara frekuensi kemunculan setiap dimensi dengan impresi audiens (r ≈ 0,55, p < 0,01). Regresi linier berganda menunjukkan bahwa kombinasi ketiga frekuensi dimensi menjelaskan sekitar 62% variasi intensitas persepsi (R² = 0,62; F signifikan). Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa komposisi naratif hedonistik dalam film mempengaruhi cara Generasi Z membaca dan merefleksikan pesan film. Disarankan peningkatan literasi media, pertimbangan etis dalam produksi film, dan penelitian lanjutan lintas demografi.
Copyrights © 2025