Penelitian ini menganalisis pengaruh keamanan transaksi dan kemudahan transaksi terhadap penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di kalangan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Pontianak. Seiring dengan pesatnya perkembangan sistem pembayaran digital di Indonesia, QRIS menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong transaksi non-tunai yang efisien dan inklusif. Namun, dalam implementasinya masih terdapat berbagai faktor yang memengaruhi tingkat adopsi, khususnya terkait persepsi keamanan dan kemudahan penggunaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun QRIS telah diterima secara luas sebagai metode pembayaran digital, pengaruh faktor keamanan transaksi terhadap penggunaannya tidak signifikan secara parsial. Hal ini mengindikasikan bahwa pengguna belum sepenuhnya menjadikan aspek keamanan sebagai pertimbangan utama dalam penggunaan QRIS. Sebaliknya, kemudahan transaksi terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan QRIS, yang menunjukkan bahwa faktor kepraktisan dan efisiensi menjadi pendorong utama dalam keputusan penggunaan. Secara simultan, kedua variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap penggunaan QRIS, yang menunjukkan bahwa kombinasi antara persepsi keamanan dan kemudahan tetap memiliki kontribusi dalam mendorong adopsi teknologi pembayaran digital. Penelitian ini memberikan kontribusi dengan menegaskan pentingnya peningkatan aspek kemudahan sebagai strategi utama dalam memperluas penggunaan QRIS, serta perlunya penguatan literasi keamanan digital bagi pengguna. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan dan strategi dalam meningkatkan efektivitas sistem pembayaran digital di Indonesia.
Copyrights © 2025