Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan buatan (AI), literasi teknologi auditor, budaya etis organisasi, sistem pengendalian berbasis teknologi, dan pelatihan terhadap kualitas audit. Fenomena digitalisasi audit menuntut auditor pada kantor akuntan publik untuk memiliki kemampuan teknis dan literasi teknologi guna menjaga kualitas audit yang akurat dan objektif. Kerangka penelitian ini menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) untuk menjelaskan penerimaan dan pemanfaatan teknologi oleh auditor. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan empiris pada kantor akuntan publik di wilayah Surakarta dan Yogyakarta. Sampel ditentukan menggunakan metode purposive sampling, sampel yang digunakan adalah auditor di kantor akuntan publik akuntan publik surakrata dan jogyakarta 100 auditor mengunakan metode Purposive Sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengendalian berbasis teknologi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit (Sig. 0,005 0,05). Sedangkan variabel lainnya yaitu kecerdasan buatan,literasi teknologi auditor,budaya etis organisasi dan pelatihan berkelanjutan tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Secara simultan, seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit.
Copyrights © 2025