Pembangunan manusia diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia secara inklusif tanpa membedakan laki-laki dan perempuan agar kesejahteraan dapat dirasakan secara merata. Indeks Pembangunan Gender (IPG) digunakan sebagai indikator untuk menilai kesetaraan capaian pembangunan antara laki-laki dan perempuan dalam suatu wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rasio jenis kelamin, tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan, keterlibatan perempuan di parlemen, serta tingkat pendidikan terhadap IPG pada 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur selama periode 2019–2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi data panel dan model terpilih Fixed Effect Model (FEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan dan pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPG. Sebaliknya, rasio jenis kelamin dan keterlibatan perempuan di parlemen tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, seluruh variabel mampu menjelaskan variasi IPG dengan baik. Temuan ini mengindikasikan pentingnya peningkatan partisipasi kerja dan pendidikan perempuan sebagai faktor utama dalam mendorong pembangunan gender yang inklusif dan berkelanjutan serta menjadi dasar bagi perumusan kebijakan yang lebih efektif.
Copyrights © 2025