Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosional, budaya etis organisasi, digitalisasi prosedur audit, pengalaman auditor, dan gaya komunikasi auditor terhadap kualitas audit di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah auditor yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik (KAP) di wilayah Surakarta dan Yogyakarta, dengan jumlah sampel sebanyak 98 responden yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring menggunakan Google Form dan dianalisis dengan regresi linier berganda menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit di era digital, serta digitalisasi prosedur audit juga tidak berpengaruh signifikan. Sebaliknya, budaya etis organisasi, pengalaman auditor, dan gaya komunikasi auditor berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit. Secara simultan, seluruh variabel independen mampu menjelaskan 67,6% variasi kualitas audit, sedangkan 32,4% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas audit di era digital lebih dipengaruhi oleh budaya etis organisasi, pengalaman auditor, dan gaya komunikasi dibandingkan kecerdasan emosional dan digitalisasi prosedur audit.
Copyrights © 2025