Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemiskinan, pengeluaran per kapita, kesehatan, dan pertumbuhan ekonomi terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Sumatera Utara periode 2019–2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel yang mencakup 10 kabupaten/kota dan bersumber dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan tiga pendekatan, yaitu Common Effects Model (CEM), Fixed Effects Model (FEM), dan Random Effects Model (REM). Pemilihan model terbaik dilakukan melalui uji Chow dan uji Hausman, yang menunjukkan bahwa Fixed Effects Model (FEM) merupakan model yang paling tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, kemiskinan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap IPM, sedangkan kesehatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi dan pengeluaran per kapita tidak berpengaruh signifikan terhadap IPM selama periode penelitian. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,996 menunjukkan bahwa variasi IPM dapat dijelaskan sebesar 99,6% oleh variabel dalam model. Temuan ini mengindikasikan bahwa upaya peningkatan kualitas pembangunan manusia di Sumatera Utara perlu difokuskan pada pengentasan kemiskinan dan peningkatan sektor kesehatan sebagai faktor utama yang berkontribusi terhadap peningkatan IPM.
Copyrights © 2025