Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna strategi bertahan hidup pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) desa dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Penelitian ini berfokus pada pengalaman subjektif pelaku UMKM dalam menghadapi kondisi ekonomi yang tidak menentu, seperti fluktuasi harga bahan baku, penurunan daya beli masyarakat, dan ketidakstabilan pendapatan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap pelaku UMKM desa yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan fenomenologi untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang muncul dari pengalaman informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku UMKM desa menghadapi ketidakpastian ekonomi sebagai tekanan yang memengaruhi keberlangsungan usaha. Dalam menghadapi kondisi tersebut, pelaku UMKM menerapkan berbagai strategi bertahan hidup, seperti pengurangan biaya produksi, diversifikasi usaha, dan pemanfaatan relasi sosial. Selain itu, keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi menjadi hambatan dalam pengembangan usaha. Lebih lanjut, penelitian ini menemukan bahwa strategi bertahan hidup tidak hanya dipahami sebagai upaya mempertahankan usaha, tetapi juga dimaknai sebagai cara untuk memenuhi kebutuhan hidup dan menjaga keberlangsungan keluarga. Dengan demikian, strategi bertahan hidup pelaku UMKM desa bersifat adaptif, kontekstual, dan dipengaruhi oleh pengalaman serta makna subjektif individu dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi
Copyrights © 2026