Pengangguran terbuka masih menjadi salah satu tantangan struktural dalam pembangunan ekonomi di Indonesia. Meskipun pertumbuhan ekonomi nasional menunjukkan kecenderungan positif dalam beberapa tahun terakhir, penurunan pengangguran belum berlangsung secara konsisten. Penelitian terdahulu umumnya menelaah hubungan pertumbuhan ekonomi dan pengangguran, tetapi belum banyak yang mengkaji proporsi lapangan kerja informal secara eksplisit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi dan proporsi lapangan kerja informal terhadap tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia pada tahun 2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis data sekunder dari 38 provinsi di Indonesia yang bersumber dari BPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif, tetapi tidak signifikan pada taraf 5%, sehingga belum dapat dinyatakan sebagai faktor yang secara konsisten menurunkan TPT. Sebaliknya, proporsi lapangan kerja informal berpengaruh negatif dan signifikan terhadap TPT. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka. Temuan ini menunjukkan bahwa dinamika pengangguran di Indonesia tidak cukup dijelaskan hanya oleh pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh struktur pasar kerja, terutama fungsi sektor informal sebagai penyerap tenaga kerja. Penelitian ini berkontribusi pada literatur ketenagakerjaan dengan menegaskan pentingnya kualitas pertumbuhan dan transformasi pekerjaan informal menuju pekerjaan formal yang lebih produktif dan terlindungi.
Copyrights © 2026